Josephine Simanjuntak Singgung Ketimpangan Prioritas Anggaran di dalam APBD DKI Jakarta 2026 : Antara Keterpenuhan Kebutuhan Pangan Masyarakat dan Hibah Organisasi

MEGAPOLITAN UPDATE

Kamis, 13 November 2025 - 00:48

50143 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 12 November 2025 – Rapat Paripurna DPRD Provinsi DKI Jakarta yang membahas Laporan Hasil Pembahasan Badan Anggaran terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD 2026, diwarnai interupsi keras dari Anggota Komisi C Fraksi PSI, Josephine Simanjuntak. Interupsi tersebut menyoroti pemotongan anggaran pangan bersubsidi untuk penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Lansia Jakarta (KLJ), dan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) hingga mencapai Rp300 miliar.

Josephine membantah klaim Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI yang menyatakan bahwa pemotongan dilakukan akibat rendahnya minat masyarakat terhadap item pangan bersubsidi, seperti susu dan daging. Menurutnya, hasil reses di Daerah Pemilihan (Dapil) IV DKI justru menunjukkan hal sebaliknya.

“Hari ini kita melihat bahwa pangan murah kita, pangan bersubsidi kita dikurangi dengan alasan yang tidak masuk akal. Kami melakukan reses di bawah, itu tidak ada jawaban bahwa rakyat kita tidak suka daging dan susu,” ujar Josephine.

Faktanya, yang justru terjadi adalah sulitnya akses untuk memperoleh bantuan pangan murah bersubsidi. Josephine menyayangkan bahwa anggaran yang semula Rp1,02 triliun turun menjadi Rp655 miliar dengan alasan yang menyudutkan masyarakat. “Yang tidak dimengerti mereka (masyarakat) adalah mengakses pangan murah ini, yang tidak didapat sampai detik ini dengan mudah. Itu yang terjadi di lapangan. Bukan dalam rangka pengurangannya karena tidak menyukai pangan yang diberikan yaitu, susu dan daging,” tutur legislator perempuan itu.

Lebih jauh, dalam interupsi tersebut Josephine menyoroti ketimpangan prioritas anggaran. Ia mempertanyakan dasar logika pemotongan anggaran yang menyentuh hajat hidup orang banyak. Sementara pos anggaran lain seperti hibah kepada organisasi, termasuk Forkopimda, yang mencapai sekitar Rp315 miliar, justru dipertahankan.

“Seperti dana hibah kepada Forkopimda dan organisasi massa yang lain, itu ada sebesar Rp315 miliar. Sedangkan dana sosial kita, itu diturunkan dari Rp1,02 triliun menjadi Rp655 miliar, diturunkan 300 miliar, dimasukkan ke sini (organisasi massa). Bagi saya ini tidak masuk akal,” ujar Josephine.

Josephine menekankan, seharusnya anggaran yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, seperti pangan bersubsidi, justru diperkuat. “Alokasi APBD harus lebih diseriuskan pada bidang sosial,” tutupnya.

Interupsi ini merupakan upaya korektif terhadap APBD DKI Jakarta agar berpihak kepada kelompok rentan. Perlu ada pengkajian ulang dan evaluasi sistem distribusi pangan alih-alih, memotong anggaran yang berdampak langsung pada kebutuhan dasar masyarakat. (*)

Berita Terkait

Tak Sekadar Padamkan Api, Pangdam VI/Mulawarman Siapkan Strategi 3 Fase Tangani Karhutla
Di Tengah Banjir, Warga Soroti Keberadaan Mualem dan Kinerja Pemerintah Aceh
Ribuan Jiwa Terselamatkan, Pengamat Puji Gebrakan Polres Cimahi Bongkar Produksi Tembakau Sintetis
Putusan Pengadilan Budi Arie Bersih, Aktivis Nasional : Jangan Hidupkan Lagi Narasi Lama Semata untuk raming
PW GP Al Washliyah DKI Jakarta Dukung Imbauan Panglima TNI: Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi Narasi yang Belum Terverifikasi
Masih Adakah Pers Nasionalis? Ini Jawaban AKPERSI untuk Presiden
Penahanan Febrie Tanpa Rompi dan Borgol Tuai Sorotan, PW GP Al Washliyah: Jangan Ada Tersangka VIP, Semua Sama di Mata Hukum
Mayjen TNI Krido Pramono Gugah Semangat Anak Bangsa Lewat Lagu “Teruslah Melangkah”, PW GP Al Washliyah Beri Apresiasi Tinggi

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 17:12

Tak Sekadar Padamkan Api, Pangdam VI/Mulawarman Siapkan Strategi 3 Fase Tangani Karhutla

Rabu, 9 September 2026 - 17:49

Ribuan Jiwa Terselamatkan, Pengamat Puji Gebrakan Polres Cimahi Bongkar Produksi Tembakau Sintetis

Selasa, 1 September 2026 - 21:56

Putusan Pengadilan Budi Arie Bersih, Aktivis Nasional : Jangan Hidupkan Lagi Narasi Lama Semata untuk raming

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:33

PW GP Al Washliyah DKI Jakarta Dukung Imbauan Panglima TNI: Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi Narasi yang Belum Terverifikasi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:43

Masih Adakah Pers Nasionalis? Ini Jawaban AKPERSI untuk Presiden

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:57

Penahanan Febrie Tanpa Rompi dan Borgol Tuai Sorotan, PW GP Al Washliyah: Jangan Ada Tersangka VIP, Semua Sama di Mata Hukum

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:26

Mayjen TNI Krido Pramono Gugah Semangat Anak Bangsa Lewat Lagu “Teruslah Melangkah”, PW GP Al Washliyah Beri Apresiasi Tinggi

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:51

Kepercayaan Publik Meningkat, PW GP Al Washliyah Apresiasi Kepemimpinan Irjen Agus di Korlantas

Berita Terbaru