Syahbudin Padank: Wartawan yang Diteror dan Terus Berjuang Demi Kebenaran di Aceh!

MEGAPOLITAN UPDATE

Jumat, 17 Oktober 2025 - 07:25

50145 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam – Rumah milik Syahbudin Padank, wartawan aktif dari media 1kabar.com dan Wakil Ketua DPW FRN Fast Respon Counter Polri Nusantara Provinsi Aceh, mengalami tindakan teror yang mencolok pada malam hari, Jumat (17/10/2025). Kaca belakang mobil pribadinya dilempar batu oleh orang tak dikenal, sebuah insiden yang diduga kuat terkait dengan pemberitaan Syahbudin mengenai maraknya kasus pencurian kepala sawit, motor bodong, serta aktivitas mabuk-mabukan yang meresahkan warga Dusun Lae Mbetar, Desa Sikalondang, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.

Syahbudin, yang telah berulang kali menjadi sasaran intimidasi, mengungkapkan perasaannya kepada tim redaksi 1kabar.com. “Saya dan keluarga merasa sangat trauma dan tidak aman. Teror ini bukan pertama kali,” ujarnya, menggambarkan suasana mencekam yang meliputi keluarganya.

Sebelumnya, Syahbudin juga mengalami ancaman fisik. Seorang pria berinisial Pirman mendatangi rumahnya dengan membawa senjata tajam (parang), meneriakkan ancaman yang membuat istrinya panik. Kejadian tersebut terjadi saat mereka menunggu pembeli bensin eceran, sekitar pukul 01.00 dini hari. Syahbudin segera menghubungi tim Resmob Polres Subulussalam, yang berhasil menemukan pelaku dalam keadaan mencurigakan. Meskipun pelaku meminta maaf dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya, rasa trauma dan ketidaknyamanan tetap membekas dalam kehidupan sehari-hari Syahbudin.

“Hari-hari kami tidak tenang. Kami terus diintimidasi, bahkan saya juga menerima pesan ancaman dari seseorang berinisial N yang menuduh saya memviralkan berita karena status saya sebagai wartawan,” ungkapnya. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait kebebasan pers di daerah tersebut. Aktivitas jurnalis yang seharusnya melaporkan fakta, justru dibalas dengan teror dan intimidasi oleh pihak-pihak yang merasa terganggu.

Salah seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya menegaskan, “Kalau wartawan mulai diteror hanya karena menyampaikan keluhan warga, lalu siapa lagi yang bisa bicara?” Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran yang meluas di kalangan masyarakat mengenai masa depan kebebasan berbicara dan pers di Indonesia.

Dalam konteks hukum, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menggarisbawahi pentingnya perlindungan terhadap wartawan dalam menjalankan tugasnya. Pasal 4 ayat 2 menyatakan bahwa setiap orang berhak untuk memperoleh informasi yang benar. Namun, insiden ini menunjukkan adanya penyimpangan dalam perlindungan hukum yang seharusnya diberikan kepada jurnalis.

Syahbudin dan warga Desa Sikalondang mengajukan tuntutan tegas kepada aparat keamanan. Mereka meminta agar pelaku pelemparan batu segera ditangkap, serta patroli malam dilakukan secara rutin untuk menjaga ketertiban dan mencegah teror susulan. Selain itu, mereka juga menuntut penindakan tegas terhadap pelaku mabuk-mabukan serta jaminan perlindungan hukum terhadap wartawan dan keluarga mereka.

Kejadian ini menjadi alarm keras bahwa ancaman terhadap wartawan masih nyata, bahkan di tengah masyarakat yang seharusnya menjunjung tinggi informasi dan kejujuran. Redaksi 1kabar.com dan FRN menegaskan bahwa mereka tidak akan mundur menghadapi tekanan, dan akan terus menyuarakan kebenaran berdasarkan fakta lapangan, dokumentasi, dan suara rakyat.

“Kami bukan pembuat cerita. Kami menyuarakan yang rakyat alami. Kalau itu dianggap salah, maka siapa yang benar?” tutup Syahbudin, menegaskan komitmennya untuk terus berjuang demi kebebasan pers dan keadilan.

(TIM)

Berita Terkait

Diduga Berseteru dengan Petani Sawit Lae Saga, Netap Ginting Dicopot dari Jabatan Ketua DPW APKASINDO Aceh
Fakta Terungkap! Mantan Kades Anwar Serahkan Mobil BUMDes Secara Terbuka di Hadapan Masyarakat
Bantuan Rakyat Jadi Bancakan? Dugaan Pungli JADUP Seret Oknum Desa, Warga Siap Tempur di Jalur Hukum
Aroma Gratifikasi dan Suap Menguat, Mahasiswa Tuntut Kepala Kejari Subulussalam Buka Hasil Pemeriksaan
Surat Terbuka untuk Pemerintah Desa: Ketika Amanah Kepemimpinan Diuji oleh Suara Mabuk dan Ancaman Pisau
Diteror di Rumah Sendiri, Wartawan Aceh Lapor ke Polisi dan Minta Perlindungan
Mantan Pj Kampong Suka Makmur Ajukan Klarifikasi terhadap Tuduhan yang Dinilainya Fitnah
Pj. Kepala Kampong Subulussalam Kota Didesak Mundur Jika Tak Mampu Benahi Pelayanan

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 17:12

Tak Sekadar Padamkan Api, Pangdam VI/Mulawarman Siapkan Strategi 3 Fase Tangani Karhutla

Rabu, 9 September 2026 - 17:49

Ribuan Jiwa Terselamatkan, Pengamat Puji Gebrakan Polres Cimahi Bongkar Produksi Tembakau Sintetis

Selasa, 1 September 2026 - 21:56

Putusan Pengadilan Budi Arie Bersih, Aktivis Nasional : Jangan Hidupkan Lagi Narasi Lama Semata untuk raming

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:33

PW GP Al Washliyah DKI Jakarta Dukung Imbauan Panglima TNI: Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi Narasi yang Belum Terverifikasi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:43

Masih Adakah Pers Nasionalis? Ini Jawaban AKPERSI untuk Presiden

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:57

Penahanan Febrie Tanpa Rompi dan Borgol Tuai Sorotan, PW GP Al Washliyah: Jangan Ada Tersangka VIP, Semua Sama di Mata Hukum

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:26

Mayjen TNI Krido Pramono Gugah Semangat Anak Bangsa Lewat Lagu “Teruslah Melangkah”, PW GP Al Washliyah Beri Apresiasi Tinggi

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:51

Kepercayaan Publik Meningkat, PW GP Al Washliyah Apresiasi Kepemimpinan Irjen Agus di Korlantas

Berita Terbaru