Risiko Keterlambatan Beasiswa: Mahasiswa Konawe Kepulauan Hadapi Tekanan Ekonomi di Tengah Studi

MEGAPOLITAN UPDATE

Minggu, 6 Juli 2025 - 15:23

50265 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konawe Kepulauan  |  Kekecewaan mendalam diungkapkan oleh sejumlah mahasiswa asal Kabupaten Konawe Kepulauan terkait belum cairnya dana Beasiswa Wawonii Cerdas untuk tahun anggaran 2025. Program beasiswa yang selama ini digadang-gadang sebagai upaya pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, kini kembali disorot akibat keterlambatan realisasi pencairannya.

Muh. Risal, salah satu mahasiswa penerima beasiswa yang kini menempuh studi di perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara, menyampaikan langsung keresahannya kepada media. Menurutnya, beasiswa tahap pertama seharusnya sudah dicairkan pada awal Mei 2025, namun hingga memasuki bulan Juli, belum juga ada kepastian ataupun kejelasan dari pihak pemerintah daerah.

“Seharusnya tahap pertama cair di awal bulan lima, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Kami sebagai penerima sangat kecewa, karena beasiswa ini menjadi penopang utama biaya studi kami,” ujar Risal pada Sabtu, 6 Juli 2025.

Beasiswa Wawonii Cerdas sendiri merupakan salah satu program strategis Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan yang ditujukan untuk membantu mahasiswa daerah dalam melanjutkan pendidikan tinggi. Namun, program yang idealnya menjadi solusi atas tantangan ekonomi yang dihadapi para pelajar, justru sering menimbulkan polemik karena persoalan administrasi dan keterlambatan teknis yang berulang.

Kondisi ini menjadi ironi di tengah narasi besar pemerintah daerah yang kerap menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan daerah. Menurut Risal, inkonsistensi dalam pengelolaan program justru menunjukkan lemahnya komitmen birokrasi dalam mendukung sektor pendidikan secara konkret.

“Saat pemerintah gencar bicara soal peningkatan kualitas SDM daerah, semestinya program seperti ini jadi prioritas. Jangan hanya dijadikan simbol tanpa realisasi nyata,” tambahnya.

Keterlambatan pencairan ini juga berimplikasi langsung terhadap kondisi ekonomi mahasiswa penerima. Banyak di antara mereka yang harus mengandalkan beasiswa tersebut untuk membayar biaya kuliah, menyewa tempat tinggal, serta memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di perantauan. Ketidakpastian waktu pencairan membuat mahasiswa berada dalam posisi serba sulit, terlebih menjelang masa pembayaran uang kuliah semester baru.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan maupun pihak terkait di lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan mengenai alasan keterlambatan pencairan beasiswa. Upaya konfirmasi yang dilakukan oleh media pun belum mendapat respons.

Sementara itu, sejumlah aktivis mahasiswa dan pemerhati kebijakan publik di daerah tersebut mulai menyerukan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program beasiswa. Mereka menilai, jika program ini tidak dikelola secara transparan dan akuntabel, maka berpotensi menimbulkan krisis kepercayaan terhadap pemerintah daerah.

Mahasiswa berharap, pemerintah tidak tinggal diam melihat keresahan ini. Mereka menuntut kejelasan, transparansi, dan kepastian realisasi beasiswa—bukan hanya janji-janji yang berulang setiap tahun. (*)

Berita Terkait

Ketika Kreativitas Bertemu Kemerdekaan, Lapas Binjai Hadirkan Kreasi Tumpeng
Sejak Tengah Malam Ucapan Terus Berdatangan, Puncak HUT ke 39 Ferdy Sanjaya Sembiring Ditutup dengan Doa Tulus Ratusan Anak Yatim
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H.: Desak Presiden Perintahkan Gubernur Jabar Segera Selesaikan RS Limbangan, Jangan Biarkan Rakyat Terus Menunggu
KRYD Malam Libur, Tim Resmob Polres Simalungun Sisir Pintu Tol Sinaksak Cegah Geng Motor dan Balap Liar
Video Viral Heboh! Kaperwil Mitrapolisi.com Aceh Desak Dun Belanda Ungkap Nama Wartawan yang Dituding Peras Kepala Dinas
Di Balik Gubuk Reot, Harapan Itu Kembali Menyala: GRIB Jaya Kota Medan Antar Dua Anak Kembali Bersekolah
Ketua PWMOI Pekanbaru Aprianto Mengukutuk Tindakan Brutal terhadap Jurnalis di Siak, Desak Kepolisian Tangkap Pelakunya
Perkuat Komitmen Berantas Narkotika, Kalapas Binjai Hadiri Puncak Peringatan HANI 2026 Secara Daring

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 17:12

Tak Sekadar Padamkan Api, Pangdam VI/Mulawarman Siapkan Strategi 3 Fase Tangani Karhutla

Sabtu, 12 September 2026 - 18:45

Di Tengah Banjir, Warga Soroti Keberadaan Mualem dan Kinerja Pemerintah Aceh

Selasa, 1 September 2026 - 21:56

Putusan Pengadilan Budi Arie Bersih, Aktivis Nasional : Jangan Hidupkan Lagi Narasi Lama Semata untuk raming

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:33

PW GP Al Washliyah DKI Jakarta Dukung Imbauan Panglima TNI: Masyarakat Jangan Mudah Terprovokasi Narasi yang Belum Terverifikasi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:43

Masih Adakah Pers Nasionalis? Ini Jawaban AKPERSI untuk Presiden

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:57

Penahanan Febrie Tanpa Rompi dan Borgol Tuai Sorotan, PW GP Al Washliyah: Jangan Ada Tersangka VIP, Semua Sama di Mata Hukum

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:26

Mayjen TNI Krido Pramono Gugah Semangat Anak Bangsa Lewat Lagu “Teruslah Melangkah”, PW GP Al Washliyah Beri Apresiasi Tinggi

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:51

Kepercayaan Publik Meningkat, PW GP Al Washliyah Apresiasi Kepemimpinan Irjen Agus di Korlantas

Berita Terbaru