Penyulingan Minyak Sere Wangi Gaya Brimob Aceh: Inovasi dari Drum Bekas yang Jadi Sumber Penghasilan Baru

MEGAPOLITAN UPDATE

Rabu, 16 Juli 2025 - 18:04

50146 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues— Pemanfaatan lahan produktif di lingkungan institusi kepolisian terus berkembang dengan pendekatan inovatif. Salah satu inisiatif datang dari jajaran Brimob Aceh, khususnya Kompi 4 Batalyon C Pelopor, yang mendirikan Rumah Karya Penyulingan Minyak Sere Wangi di Desa Peparik Gaib, Kecamatan Blangjerango, Kabupaten Gayo Lues.

Kegiatan penyulingan minyak serewangi ini dilaksanakan pada Rabu, 15 Juli 2025, langsung di lahan milik Markas Kompi 4 Batalyon C Pelopor. Di bawah komando AKP Imanta Purba, S.H., program ini bertujuan memberdayakan aset markas agar tidak sekadar menjadi lahan kosong, tetapi memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan personel dan masyarakat sekitar. Inisiatif tersebut juga merupakan implementasi dari arahan Komandan Satuan Brimob Polda Aceh, Kombes Pol Zuhdi Batubara, S.I.K., yang mendorong keterlibatan aktif anggota Brimob dalam kegiatan produktif berbasis potensi lokal.

“Terobosan pengolahan tanaman sere wangi ini memberikan kontribusi besar bagi peningkatan kesejahteraan personel serta masyarakat sekitar. Ini bukan sekadar kegiatan ekonomi, tetapi juga bentuk nyata dari kemitraan yang sehat antara Brimob dan warga,” ujar AKP Imanta Purba saat ditemui di lokasi kegiatan.

Melalui program Rumah Karya, personel Brimob menggandeng masyarakat untuk membudidayakan sere wangi (Cymbopogon nardus), tanaman penghasil minyak atsiri yang telah lama menjadi komoditas unggulan Kabupaten Gayo Lues. Minyak sere wangi dikenal karena aromanya yang khas dan penggunaannya yang luas, mulai dari bahan dasar gel antinyamuk, pestisida nabati, sabun, lotion, disinfektan, hingga cairan pengkilap alami.

Proses penyulingan dilakukan menggunakan metode destilasi uap atau air, memanfaatkan alat sederhana yang dimodifikasi dari drum bekas. Saat ini, tersedia empat dapur penyulingan dengan kapasitas delapan keter (drum), yang mampu memproduksi minyak sere secara efisien dan dalam jumlah signifikan.

Meskipun alat yang digunakan tergolong sederhana, hasil yang diperoleh cukup maksimal. Produk minyak sere dari kegiatan ini dapat langsung digunakan atau dipasarkan, memberikan nilai tambah ekonomi tidak hanya bagi para personel tetapi juga warga sekitar. Beberapa masyarakat bahkan mulai ikut terlibat dalam rantai pasok bahan baku maupun pelatihan teknis penyulingan.

Sebagai daerah sentra sere wangi, Gayo Lues selama ini menghadapi kendala terbatasnya sarana pengolahan yang memadai. Kehadiran Rumah Karya di Markas Kompi 4 menjadi jawaban atas tantangan tersebut, sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi lokal yang lebih terarah.

Program ini diharapkan mampu menjadi model bagi institusi lainnya dalam memanfaatkan lahan tidur menjadi pusat kegiatan ekonomi produktif. Selain mendorong ketahanan ekonomi keluarga anggota Brimob, langkah ini juga memperkuat semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor.

Brimob Aceh melalui Kompi 4 Batalyon C Pelopor menegaskan komitmennya untuk terus mendorong inisiatif-inisiatif yang berbasis pemberdayaan dan kebermanfaatan, baik bagi internal institusi maupun masyarakat luas. (MUNANDAR S, P)

Berita Terkait

Hari Bhayangkara Ke-80, Kapolres Gayo Lues: Tingkatkan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat
Kapolres Gayo Lues Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama, Tekankan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat
Perubahan Nama Tidak Menghapus Pertanggungjawaban Pidana Korporasi, Sorotan Publik Belum Padam
Banyak Masalah Berulang, PT Rosin Terkesan Menjalankan Operasi Seolah Kebal Hukum
Pabrik Getah Pinus PT Rosin Internasional Kembali Jadi Sorotan karena Dugaan Pencemaran
Perkara Dipenuhi Kontroversi, Rabusin Minta Pengawasan Kejaksaan Agung terhadap Jaksa Daerah
Kejanggalan Surat Bukti dan Penahanan Rabusin Ariga Lingga Terungkap dalam Sidang Pembuktian
Polres Gayo Lues Gelar Konferensi Pers Ungkap Kasus Curas Maut

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:55

Puncak Riau Bhayangkara RUN 19 Juli 2026 Target 10 Ribu Peserta Lawan Karhutla

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:16

Respons Narasi Provokatif terhadap Presiden Prabowo, PP GP Al Washliyah Rilis 4 Pernyataan Sikap

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:03

Kalapas Labuhan Ruku Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik Lewat Podcast YouTube ke Polres Batu Bara

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:53

Rakyat Dan Insan Pers Kecewa! Pejabat Yang Selama Ini Terlihat Tegas Ternyata Diduga Tak Bersih

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:11

150 Ton Daging Kurban PTPN IV PalmCo Mengalir ke Pelosok Negeri

Rabu, 27 Mei 2026 - 23:43

Lapas Binjai Gelar Razia Gabungan, Wujud Komitmen Ciptakan Lingkungan Pemasyarakatan yang Aman dan Tertib

Selasa, 26 Mei 2026 - 01:34

AKPERSI Buka Suara: FGD Pendidikan Bukan Proyek Berbayar, Semua Partisipasi Sukarela

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:48

Pererat Sinergi dengan Insan Pers, Lapas Labuhan Ruku Tegaskan Komitmen Transparansi Informasi

Berita Terbaru